Rabu, 09 Maret 2011

keanekaragaman hayati hewan


I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
            Jenis mahluk hidup yang dapat dijumpai dilingkungan kita beranekaragam. Berbagai jenis hewan misalnya kucing, anjing, ayam, burung, serangga, dll. Dan juga berbagai jenis tumbuhan misalnya jambu, mangga, jeruk, rerumputan, yang semua itu hidup disekitar kita. Setiap jenis mahluk hidup memiliki ciri tersendiri sehingga terbentuklah keanekaragaman mahluk hidup atau sering disebut dengan keanekaragaman hayati.
             Mahluk hidup yang sejenis dalam species yang sama memilik ciri yang sama.  Misalnya ayam di indonesia dengan ayam di negara lain memiliki ciri yang sama. Jadi didalam species yang sama terdapat keseragaman ciri mahluk hidup sedangkan antar species berbeda terdapat keanekaragaman.
 Didalam berbagai lingkungan dapat kita jumpai keanekaragaman mahluk hidup yang berbeda-beda. Keanekaragaman itu meliputi berbagai variasi bentuk, ukuran, jumlah, warna, dan sifat-sifat lain dari mahluk hidup. Setiap lingkungan mempunyai keanekaragaman hayati masing-masing. Keanekaragaman hayati ditunjukan antara lain oleh adanya variasi bentuk, ukuran, jumlah, dan warna. Keanekaragaman makluk hidup yang banyak ditumbuhi pohon berbeda dengan keanekaragaman mahluk hidup pada lingkungan tanah lapang terbuka.
                                                                                                                                             
1.2. Perumusan Masalah

            Keanekaragaman hayati di dalam ekosistem sangat  penting dalam menjaga kestabilan ekosistem.  Jika keanekaragaman hayati  tinggi, ekosistem menjadi mantap. Menurunnya keanekaragaman hayati mengakibatkan ekosistem menjadi tidak mantap dan juga menimbulkan masalah lingkungan. Perusakan habitat, penggunaan pestisida, pencemaran, perubahan tipe tumbuhan, penebangan, yang semua itu menjadi masalah besar yang harus kita benahi demi meningkatkan keanekaragaman hayati.

Permasalahan yang sering terjadi yaitu  dampak kegiatan manusia terhadap keanekaragaman hayati. Kegiatan manusia berdampak negatif bagi kelangsungan hidup hewan dan juga tumbuhan. Berbagai jenis tumbuhan dan hewan terancam punah dan beberapa diantaranya telah punah. Misalnya di indonesia sendiri kita telah kehilangan beberapa satwa penting diantaranya harimau bali. Saat ini hewan tersebut tidak pernah ditemukan lagi keberadaannya, hewan-hewan seperti badak bercula satu, jalak bali, dan termasuk trenggiling juga terancam punah. Belum lagi beberapa jenis serangga, hewan melata, ikan, dan hewan air yang sudah tidak lagi ditemukan dilingkungan kita.       

1.3. Tujuan dan Manfaat
 Adapun  tujuan dalam keanekaragaman hayati yaitu :
  1. Mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan dan hewan dilingkungan sekitar;
  2. mengidentifikasi manfaat atau kemungkinan manfaat tumbuhan dan hewan dilingkungan sekitar.
 Sedangkan manfaat keanekaragaman hayati adalah
  1. Sebagai sumber pangan, perumahan, dan kesehatan;
  2. Sebagai sumber pendapatan;
  3. Menjadikan keindahan alam
                                                                                                                                         
II.HASIL DAN PEMBAHASAN

                          Keanekaragaman Hayati Flora di indonesia
Indonesia terletak di daerah tropik sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik (iklim sedan dan kutub (iklim kutub). Keanekaragaman yang tinggi di indonesia dapat dijumpai didalam lingkungan hujan tropik. Jika dihutan iklim sedang dijumpai satu atau dua jenis pohon maka didalam areal yang sama di dalam hutan hujan tropik dijumpai sekitar 300 jenis species. Artinya hutan hujan tropik memiliki keanekaragaman hayati sekitar 300 kali lebih besar di bandingkan dengan hutan iklim sedang.
 Hutan tropik merupakan gudang dari keanekaragaman mahluk hidup yang harus dilestarikan demi pemanfaatanya di masa yang akan datang. Setiap sistem lingkungan mempunyai keanekaragaman hayati yang berbeda keanekaragaman hayati ditunjukan oleh adanya berbagai variasi bentuk, ukuran, jumlah, warna, dan sifat-sifat dari makhluk hidup. Tumbuhan flora di indonesia merupakan bagian dari daerah geografi tumbuhan indo-malaya, flora indo malaya meliputi tumbuhan yang hidup di indian, vietnam, thailand, malaysia, indonesia, dan philipina. Flora yang tumbuh di malaysia, indonesia dan philipina sering di sebut sebagai kelompok flora malesiana. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi iklim yang serupa ketinggian dan topografi yang serupa, dan juga kondisi fisika dan kimia tanah yang serupa pula.
 Hutan di indonesia dan hutan-hutan di daerah flora malesiana memiliki kurang lebih 248.000 species tumbuhan tinggi. Jumlah ini kira-kira setengah dari sepuluh species tumbuhan dibumi.
 Hutan hujan tropik di malesiana di dominasi oleh pohon dari family diptericarpaceae, yaitu pohon-pohon yang menghasilkan biji bersayap. Bisanya dipterocarpaceae merupakan tumbuhan tertinggi dan membentuk kanopi hutan. Tumbuhan yang termasuk dipterocarpacae ini misalnya keruing, meranti, kayu garu, dan kayu kapur.
 Hutan di indonesia merupakan bioma hutan hujan tropik dicirikan dengan kanopi yang rapat dan banyak tumbuhan liana atau memanjat. Tumbuhan khas seperti durian, mangga, dan sukun di indonesia tersebar di pulau sumatra, kalimantan, jawa, dan sulawesi. Tumbuhan-tumbuhan ini juga terdapat di malaysia dan filipina. Di sumatra dan, kalimantan dan jawa terdapat tumbuhan endemik raflesia arnoldii. Tumbuhan raflesia tumbuh di akar atau batang tumbuhan pemanjat sejenis anggur liar yaitu tetrastigma.
   Di indonesia bagian timur tipe hutannya agak berbeda. Mulai dari sulawesi sampai irian jaya terdapat hutan hujan non-dipterocarpaceae. Hutan ini kebanyakan menduduki lahan datar. Pohon-pohonnanya rendah, hanya beberapa yang mencapai 30 – 40 m. Diantaranya adalah ficus atau kerabat beringin dan matoa. Pohon matoa merupakan tumbuhan endemik di irian. Namun kini bibit buahnya telah diintroduksi ke beberapa tempat di pulau jawadan telah berubah.
              Sebelum hutan-hutan di atas di indonesia masih terdapat beberapa tipe hutan lain. Misalnya hutan kerangas yang terdapat di sela-sela hutan. Di sini terdapat pohon yang mencapai 30 m. Hutan monsun tersebar pada ketinggian 0 – 800 mdi daerah kering seperti jawa timur, NTT, Sulawesi selatan, dan tenggara serta di irian jaya. Disini pohon dapat mencapai ketinggian 25 m. Di tempat-tempat tersebut terdapat pula hutan savana, yang berupa padang rumput dengan pepohonan yang terpencar.
            Di indonesia banyak terdapat tumbuhan yang telah langka misalnya bedali, putat, kepuh, bungur, nagka celeng, kluwak, bendo, mundu, sawo kecik, winong, bayur, gandaria, matoa, sukun berbiji. Selain itu juga terdapat tubuhan yang endemik artinya tumbuhan yang terdapat di indonesia saja tidak ditemukan dinegara lain. Tumbuhan yang endemik terutama dari genus raflesia misalnya raflesia arnoldii ( endemik disumatera barat, bengkulu, aceh)
 2.2. Keanekaragaman Hayati Flora di dunia
            Kehadiran mahluk hidup ditentukan oleh faktor lingkungan. Faktor lingkungan dapat dibedakan sebagai kondisi dan sumber daya. Kondisi adalah suatu faktor yang besarannya dapat di ukur dan tidak habis jika di gunakan oleh organisme. Contoh kondisi adalah suhu, intensitas cahaya, curah hujan, dan radiasi matahari. Sedangkan sumber daya adalah faktor lingkungan yang dapat habis ketersediaannya bila sudah digunakan, misalnya makanan dan ruang (tempat tinggal).
             Matahari adalah sumber energi utama untuk kehidupan dibumi. Jumlah sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi menentukan penyebaran mahluk hidup. Karena permukaan bumi bulat maka setiap tempat dipermukaan bumi mendapatkan sinar matahari dengan jumlah yang berbeda-beda. Akibatnya suhu dari berbagai tempat dipermukaan bumi berbeda-beda. Faktor lingkungan penting yang mempengaruhi kehadiran dan penyebaran organisme adalah suhu. Variasi dilingkungan menentukan proses kehidupan, penyebaran dan kelimpahan organisme. Variasi suhu bersifat klisisk misalnya musiman dan harian. Hal ini berkaitan letak tempat garis lintang atau ketinggian dipermukaan laut. Variasi suhu yang berdasarkan garis lintang berkaitan dengan variasi musim yang disebabkan oleh posisi poros bumi terhadap matahari. Interaksi antara suhu, kelembaban, angin, altitudinal,latitudinal, dan topografi menghasilkan daerah iklim yang luas yang dinamakan bioma.setiap bioma memiliki tumbuhan yang khas. Beberapa bioma dibumi antaralain hutan gugur, hutan hujan tropik, padang rumput, dan gurun.
       Daerah yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi adalah daerah litoral dan daerah neritik. Karena banyak cahaya matahari. Didaerah ini banyak terdapat fitoplankton dan zooplankton yang merupakan sumber makanan bagi organisme laut. Kehidupan manusia sangat tergantung pada Keanekaragaman hayati karena dapat dijadikan sumber pendapatan misalnya untuk bahan baku industri, rempah-rempah, dan perkebunan. Bahan baku industri misalnya kayu gaharu dan cendana untuk industri cosmeyik. Teh dan kopi untuk industri minuman, gandum dan kedelai, untuk industri makanan dan ubi kayu untuk menghasilkan alkohol. Rempah-rempah misalnya lada, vanilii, cabai, bumbu dapur. Dan perkebunan misalnya kelapa sawit dan karet.
            Tumbuhan yang saat ini belum diketahui tidak perlu dimusnahkan karena mungkin saja dimasa yang akan datang akan memiliki peranan yang sangat penting. Sebagai contoh tanaman mimba, dahulu tanaman ini hanya merupakan tanaman pagar tetapi saat ini diketahui mengandung zat azadirakthin yang memiliki peranan sebagai anti hama dan anti bakteri. Inilah salah satu manfaat dari keanekaragaman hayati karena di hutan atau dilingkungan kita masih terdapat tumbuhan yang belum dibididayakanyang artinya mungkin memilik sifat-sifat unggul. Itulah sebabnya hutan merupakan sumber plasma nutfah siapa tahu kelak bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia.
        Selain berfungsi untuk menunjang kehidupan manusia keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem. Masing – masing organisme memiliki peranan di dalam ekosistemnya yang tidak dapat digantikan oleh jenis yang lain.
        Tumbuh-tumbuhan merupakan penghasil zat organik dan oksigen yang dibutuhkan oleh organisme lain. Selainitu tumbuh-tumbuhan dapat membentuk humus, menyimpan air tanah, dan mecegah terjadinya erosi. Keanekaragaman yang tinggi memperkokoh ekosistem. Ekosistem dengan keanekaragaman yang rendah merupakan ekosistem yang tidak stabil. Bagi manusia keanekaragaman yang tinggi merupakan gudang sifat-sifat unggul untuk dimanfaatkan dikemudian hari.                                                                                       
2.3.       Manfaat Keanekaragaman Hayati Flora Bagi Masyarakat

Pemanfaatan keanekaragaman hayati bagi masyarakat harus secara berkelanjutan. Yang dimaksud dengan manfaat berkelanjutan adalah manfaat yang tidak hanya untuk  generasi sekarang tetapi juga untuk generasi yang akan datang.
       Manfaat Keanekaragaman Hayati Flora Bagi Masyarakat
1.      Sebagai sumber pangan, perumahan, dan kesehatan;
2.      Sebagai sumber pendapatan;
3.      Sebagai sumber plasma nutfat;
4.      Manfaat ekologi;
5.      Manfaat keilmuan;
6.      Manfaat keindahan.
 Kini kita sadari begitu banyak manfaat dari keanekaragaman hayati dalam hidup kita. Pemanfaatan yang begitu banyak dan beragam tentu saja dapat mengancam kelestariannya. Untuk itu kita harus bijaksana dalam memanfaatkan keanekaragaman hayati, dengan mempertimbangkan aspek manfaat dan aspek kelestariannya. Objek keanekaragaman hayati yang dilindungi terutama kekayaan jenis tumbuhan misalnya bakteri dan jamur. Perlu dingat bahwa yang termasuk flora tidak hanya tumbuhan berbunga yang sehari-hari kita lihat tetapi juga lumut dan paku-pakuan.
 keanekaragaman hayati merupakan lahan penelitian dan pengembangan ilmu yang sangat berguna untuk kehidupan manusia. Konversi keanekaragaman hayati sudah menjadi kesepakatan internasional. Di indonesia tempat perlindungan keanekaragaman hayati telah diresmikan oleh pemerintah. Lokasi perlindungan tersebut misalnya taman nasional, cagar alam, hutan wisata, taman hutan raya, taman laut, wana wisata, hutan lindung dan kebun raya. tempat-tempat tersebut memiliki makna yang berbeda meskipun fungsinya sama yaitu untuk tujuan konservasi. Selain tempat-tempat yang telah disebutkan di atas yang memang di tetapkan oleh pemerintah sebagai tempat konservasi, sebenarnya masyarakatpun dapat berpartisipasi masyarakat dalam pelestarian keanekaragaman hayati misalnya:
  1. memperkaya koleksi tanaman dipekarangan rumah.
  2. tidak membunuh burung dan hewan-hewan lainnya.
  3. tidak membuang limbah sembarangan terutama limbah pabrik, limbah rumah tangga, dan limbah pestisida karena dapat membahayakan kehidupan flora.

Salah satu contoh flora yang harus kita lindungi yaitu Bunga bangkai, karena bunga bangkai termasuk salah satu jenis tumbuhan langka, daerah persebarannya meliputi bengkulu, sumatera selatan, sumatera barat, dan lampung. Daerah yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi adalah daerah litoral dan daerah neritik. Karena banyak cahaya matahari. Didaerah ini banyak terdapat fitoplankton dan zooplankton yang merupakan sumber makanan bagi organisme laut. Kehidupan manusia sangat tergantung pada Keanekaragaman hayati karena dapat dijadikan sumber pendapatan misalnya untuk bahan baku industri, rempah-rempah, dan perkebunan. Bahan baku industri misalnya kayu gaharu dan cendana untuk industri cosmeyik. Teh dan kopi untuk industri minuman, gandum dan kedelai, untuk industri makanan dan ubi kayu untuk menghasilkan alkohol. Rempah-rempah misalnya lada, vanilii, cabai, bumbu dapur. Dan perkebunan misalnya kelapa sawit dan karet.
             Tumbuhan yang saat ini belum diketahui tidak perlu dimusnahkan karena mungkin saja dimasa yang akan datang akan memiliki peranan yang sangat penting. Sebagai contoh tanaman mimba, dahulu tanaman ini hanya merupakan tanaman pagar tetapi saat ini diketahui mengandung zat azadirakthin yang memiliki peranan sebagai anti hama dan anti bakteri. Inilah salah satu manfaat dari keanekaragaman hayati karena di hutan atau dilingkungan kita masih terdapat tumbuhan yang belum dibididayakanyang artinya mungkin memilik sifat-sifat unggul. Itulah sebabnya hutan merupakan sumber plasma nutfah siapa tahu kelak bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia. Kehadiran mahluk hidup ditentukan oleh faktor lingkungan.
  Faktor lingkungan dapat dibedakan sebagai kondisi dan sumber daya. Kondisi adalah suatu faktor yang besarannya dapat di ukur dan tidak habis jika di gunakan oleh organisme. Contoh kondisi adalah suhu, intensitas cahaya, curah hujan, dan radiasi matahari. Sedangkan sumber daya adalah faktor lingkungan yang dapat habis ketersediaannya bila sudah digunakan, misalnya makanan dan ruang (tempat tinggal). Didalam berbagai lingkungan dapat kita jumpai keanekaragaman mahluk hidup yang berbeda-beda. Keanekaragaman itu meliputi berbagai variasi bentuk, ukuran, jumlah, warna, dan sifat-sifat lain dari mahluk hidup. Setiap lingkungan mempunyai keanekaragaman hayati masing-masing. Keanekaragaman hayati ditunjukan antara lain oleh adanya variasi bentuk, ukuran, jumlah, dan warna. Keanekaragaman makluk hidup yang banyak ditumbuhi pohon berbeda dengan keanekaragaman mahluk hidup pada lingkungan tanah lapang terbuka. Pelestarian keanekaragaman hayati dapat dilakukan dengan cara in situ dan ex situ. Menurunnya keanekaragaman hayati dapat mengakibatkan masalah lingkungan misalnya penebangan hutan dapat mengakibatkan banjir, selain itu juga dapat menurunkan populasi predator sehingga meningkatkan populasi hewan yang dimangsa. Hal tersebut dapat menggagu keseimbangan lingkungan. Interaksi antara keanekaragaman hayati dengan lingkungannya membentuk keanekaragaman ekosistem, misalnya ekosistem hutan bakau, ekosistem hujan tropik, ekosistem padang rumpu, ekosistem sawah, ekosistem air laut, dan sebagainya. Setiap ekosistem tersebut memiliki ciri tersendiri.
           
III. KESIMPULAN DAN SARAN

            Kesimpulan
dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan yaitu:
1.      Keanekaragaman hayati memantapkan ekosistem, menurunya keanekaragaman
hayati mengakibatkan ekosistem menjadi tidak mantap serta dapat 
mengakibatkan masalah lingkungan.
2.      setiap sistem lingkungan mempunyai keanekaragaman hayati yang berbeda-beda


            Saran
  1. manusia sebagai salah satu makhluk hidup di muka bumi hendaknya berpikir panjang dalam mengambil suatu tindakan yang dapat merugikan diri, kita semua, dan alam semesta yang mempunyai beragam keindahan.
  2. pemerintah hendaknya bergerak lebih cepat lagi dalam menanggulangi masalah-masalah alam seperti penebangan hutan secara liar yang konsekuensinya kepada masyarakat.





IV. DAFTAR PUSTAKA

Depertemen pendidikan nasional, 2003. kurikulum 2004. standar kompetensi sekolah
         menegah atas dan madrasah aliyah, mata pelajaran biologi.



















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar